Sleep Surgery

Operasi Mengorok & Obstructive Sleep Apnea

Operasi dirancang berdasarkan titik sumbatan dan derajat OSA. Tidak semua orang yang mendengkur memerlukan operasi, dan prosedurnya tidak sama untuk setiap pasien.

dr. Guntur Surya
Red Flags

Mengorok Bisa Menjadi Tanda Gangguan Napas Saat Tidur

Perlu evaluasi bila ada

  • Ngorok keras hampir setiap malam
  • Jeda napas, tersedak, atau terbangun megap-megap
  • Mengantuk berat, sulit fokus, atau sakit kepala pagi
  • Hipertensi, obesitas, atau risiko kardiometabolik lain

Diagnosis sebelum operasi

Pemeriksaan THT memetakan sumbatan hidung, konka, tonsil, palatum, dan struktur lain. Sleep study dapat diperlukan untuk memastikan OSA dan mengukur derajatnya. Operasi dipertimbangkan bila ada target anatomi yang jelas dan manfaatnya masuk akal.

Pilihan Prosedur

Disesuaikan dengan Lokasi Sumbatan

KonkotomiMengurangi sumbatan hidung akibat pembesaran konka pada pasien terpilih; bukan terapi tunggal untuk semua OSA.
TonsilektomiDipertimbangkan bila pembesaran tonsil berkontribusi signifikan terhadap penyempitan jalan napas.
CAPSO / Modified PalatoplastyMemodifikasi dan menstabilkan jaringan palatum pada anatomi yang sesuai untuk mengurangi kolaps dan vibrasi.
Keberhasilan dinilai dari perbaikan gejala dan, pada OSA, perubahan parameter objektif seperti AHI—bukan dari hilangnya suara ngorok saja. CPAP tetap terapi utama bagi banyak pasien OSA.
Mulai Screening Admin